LEMBAR PERSETUJUAN

Telah disetujui oleh pembimbing dan Jurusan Pendidikan Kepelatihan untuk diseminarkan pada Jurusan Pendidikan Kepelatihan Fakulktas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

MENGETAHUI

Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan Pembimbing I

Dra.  J.S.Lasut, M.Kes Drs. DJ.Rumondor, M.Kes

NIP : 131 945 232                                                   NIP : 131 468 316

Pembimbing II

Dra. E.B.Lomboan, M. Kes

NIP : 132 046 151

LEMBARAN PANITIA UJIAN

Panitia ujian sarjana pendidikan jurusan pendidikan kepelatihan fakultas ilmu keolahragaan Universitas Negeri Manado di Tondano

Ketua                          :………………………………………………………………….

Wakil Ketua                :………………………………………………………………….

Sekretaris                    :………………………………………………………………….

Anggota Penguji         :

1…………………………………………………………………

2…………………………………………………………………

3…………………………………………………………………

4…………………………………………………………………

Motto Dan Persembahan

Motto :

“Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN maka terlaksanalah segala rencanamu”

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada ALLAH dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”

Filipi 4 : 2

Berbahagialah orang yang mendapat hikmat dan memperoleh kepandaian karena keuntungannya melebihi perak dan hasilnya melebihi emas, ia lebih berharga daripada permata dan apapun yang kau inginkan tidak dapat menyamainya”.

Amsal 3 : 13

Persembahan  :

Skripsi ini Kupersembahkan untuk hormat dan kemuliaan TUHAN Yesus Kristus dan dengan penuh cinta dan ketulusan hati kupersembahkan kepada :

  • Ayah dan Bunda tercinta yang menyayangi, mendoakan dan membiayai studiku serta sangat mengharapkan keberhasilanku.
  • Adikku ( Pino dan Naldo yang sudah memberikan motifasi dan membantu membiayai studiku bahkan berdoa untuk keberhasilanku )
  • Sanak saudaraku (kakak Yeri, kakak Eltin, kakak Pinus dan semua keluargaku yang tidak sempat Kusebut namanya satu persatu yang telah mendoakan dan membiayai studiku serta sangat mengaharapakan keberhasilanku)
  • Kekasihku (Ani) yang senantiasa memberikan semangat dan membantu serta berdoa demi keberhasilan studiku
  • Almamaterku yang Ku banggakan

ABSTRAK SKRIPSI

Moses sapal : Nim 02 311 503 hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano. Skripsi, FIK Unima, Tondano, 2009.

Masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand pada siswa putra SMU Katolik Rosa Delima Tondano tahun ajaran 2008-2009.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand siswa putra SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

Variabel penelitian ini adalah variabel bebas yaitu kelentukan pergelangan tangan dan variabel terikat yaitu ketepatan melakukan pukulan forehand.

Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadapa ketepatan melakukan pukulan forehand siswa putra SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

Penelitian ini adalah penelitian corelation pearson product moment

Populasi adalah siswa putra SMU Katolik Rosa Delima Tondano Kelas I dan II  yang berjumlah 80 orang  tahun ajaran 2008-2009 sampel berjumlah 30 orang.

Rancangan penelitian yang dinyatakan dalam penelitian ini adalah X (kelentukan pergelangan tangan) dan Y (ketepatan melakukan pukulan forehand).

Instrumen dalam penelitian ini adalah melakukan pengukuran kelentukan pergelangan tangan (tes fleksi) dengan menggunakan mistar sebagai alat pengukurnya dan ketepatan melakukan pukulan forehand dilakukan dengan back board test selama 30 detik.

Hasil penelitian ini adalah kelentukan pergelangan tangan yang diteliti selama  satu bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu sehingga mempunyai hubungan yang sangat signifikan terhadap hasil ketepatan melakukan pukulan forehand SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

KATA PENGANTAR

Dengan penuh kerendahan hati penulis memanjatkan puji dan syukur serta limpah terima kasih kepada TUHAN yang telah memberikan kesehatan, kekuatan serta kemampuan berpikir dan senantiasa menuntun penulis didalam berkarya, khusus dalam penyelesaian skripsi dengan judul “Hubungan Kelentukan Pergelangan Tangan Terhadap Ketepatan Melakukan Pukulan Forehand Dalam Permainan Tenis Meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano”.

Penulis menyadari skripsi ini dapat diselesaikan atas bantuan berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :

  1. Bapak Dr. Ph. E.A. Tuerah,M.Si, DEA selaku Rektor Universitas Negeri Manado
  2. Bapak Drs. E. Areros,M.Sc selaku Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado.
  3. Bapak Dr. A.R.J. Sengkey, M.Pd selaku Pembantu Dekan I
  4. Ibu Dra. B. Podung, M.Kes selaku Pembantu Dekan II
  5. Bapak Drs. S. Syahrain, MS selaku Pembantu Dekan III
  6. Ibu Dra. J.S.Lasut, M.Kes selaku Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan.
  7. Ibu Dra. E.B. Lomboan, M.Kes selaku sekretaris Jurusan Pendidikan Kepelatihan.
  8. Bapak Drs. DJ. Rumondor,M.Kes selaku Pembimbing I dan

Ibu Dra. E.B. Lomboan, M.Kes selaku Pembimbing II yang sudah banyak memberikan petunjuk, arahan dan bimbingan yang bermanfaat bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

  1. Para dosen Jurusan Pendidikan Kepelatihan yang telah memberikan banyak ilmu sehingga penulis bisa menyelesaikan studi.

10.  Kepala sekolah serta guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, juga para siswa SMU Katolik Rosa Delima Tondano yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

11.  Teman-teman Jurusan Kepelatihan.

12.  Teman-teman Keluarga besar rukun MMP-BANGKEP Se-Minahasa di Tondano (Siombali, Afreli, Jien, Hanto, Apner, Smith, Sminto, Jeriah, Hawati, Wilsun, Veri dan semua teman-teman yang tidak kusebutkan namanya satu persatu yang telah membantu dan mendoakan untuk keberhasilanku).

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis berharap  saran dan kritik yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan.

Akhirnya semua bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak baik yang bersifat spiritual maupun material penulis ucapkan terima kasih, TUHAN menyertai kita semua. Amin.

Penulis

MS

DAFTAR ISI

HALAMAN

LEMBARAN PERSETUJUAN……………………………………………………………….. i

LEMBARAN PANITIA UJIAN ……………………………………………………………. ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN………………………………………………………….. iii

ABSTRAK…………………………………………………………………………………………… iv

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………. v

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………. vii

DAFTAR TABEL………………………………………………………………………………… ix

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………………….. x

DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………………………. xi

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah……………………………………………………………….. 1
  2. Identifikasi Masalah…………………………………………………………………….. 4
  3. Pembatasan Masalah……………………………………………………………………. 4
  4. Perumusan Masalah……………………………………………………………………… 4
  5. Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………. 5
  6. Kegunaan Penelitian…………………………………………………………………….. 5

BAB II TINJAUAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN PERUMUSAN HIPOTESA

  1. Tinjauan Teoritis………………………………………………………………………….. 6
    1. Hakekat Kelentukan Pergelangan Tangan…………………………………. 6
    2. Hakekat Ketepatan Melakukan Pukulan Forehand……………………… 9
    3. Kerangka Berpikir……………………………………………………………………… 12
    4. Perumusan Hipotesa…………………………………………………………………… 14

BAB III METODE PENELITIAN

  1. Tujuan Penelitian Secara Operasional…………………………………………… 15
  2. Variabel Penelitian…………………………………………………………………….. 15
  3. Definisi Operasional Variabel …………………………………………………….. 15
  4. Metode Penelitian……………………………………………………………………… 16
  5. Rancangan Penelitian…………………………………………………………………. 16
  6. Tempat dan Waktu Penelitian …………………………………………………….. 16
  7. Populasi dan Sampel………………………………………………………………….. 17

HALAMAN

  1. Teknik Pengumpulan Data………………………………………………………….. 17
  2. Instrumen Penelitian…………………………………………………………………… 19
  3. Teknik Analisis Data………………………………………………………………….. 19

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Penyajian Data………………………………………………………………………….. 21
  2. Analisis Data…………………………………………………………………………….. 23
  3. Pembahasan Hasil Penelitian……………………………………………………….. 35

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan……………………………………………………………………………….. 36
  2. Saran………………………………………………………………………………………… 36

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………… 37

LAMPIRAN……………………………………………………………………………………….. 38

DAFTAR TABEL

TABEL                                                                                                  HALAMAN

  1. I.            Data hasil tes kelentukan pergelangan tangan dan

ketepatan melakukan pukulan forehand                                                21

  1. II.            Perhitungan uji normalitas data kelentukan

Pergelangan tangan                                                                                24

  1. III.            Perhitungan uji normalitas data ketepatan

Melakukan pukulan forehand                                                                27

  1. IV.            Perhitungan klasifikasi data variabel X

(kelentukan pergelangan tangan) dan

Variabel Y (ketepatan melakukan pukulan forehand)                           29

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR                                                                                             HALAMAN

  1. Pelaksanaan pengukuran kelentukan

Pergelangan tangan                                                                          44

  1. Pelaksanaan tes ketepatan melakukan pukulan

Forehand 45

  1. Pelaksanaan tes ketepatan melakukan pukulan

Forehand 46

  1. Foto bersama dengan sampel                                                           47

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN                                                                                          HALAMAN

  1. Surat keputusan penetapan pembimbing                                               38
  2. Surat izin survey                                                                                    39
  3. Surat keterangan telah melakukan penelitian                                         40
  4. Tabel nilai distribusi t                                                                             41
  5. Tabel uji z                                                                                               42
  6. Tabel nilai kritis uji liliefors                                                                    43
  7. Dokumentasi                                                                                          44

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang Masalah

Memasuki era globalisasi terutama dalam usaha pencapaian tujuan pendidikan pelatihan diharapkan untuk meningkatkan seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki sehingga mampu melaksanakan tugas utamanya yaitu: mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik baik pada tingkat dasar sampai pada tingkat menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia no. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, bahwa “guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan nasional”[1]

Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan dapat dilakukan melalui kegiatan olahraga di sekolah yang diterapkan dengan baik, serta diarahkan, dilatih dibimbing dan dikembangkan sehingga pembibitan olahraga yang berbakat akan lebih cepat berhasil.

Olahraga tenis meja adalah salah satu sarana yang dapat menunjang proses pencapaian pendidikan secara integral. Menyadari akan hal itu, pelatih harus benar-benar mampu menciptakan suatu pelatihan agar anak didik memiliki pengetahuan, keterampilan dan potensi yang tinggi.

Permainan  tenis meja adalah salah satu cabang olahraga yang banyak digemari masyarakat  luas, terutama masyarakat sekolah termasuk perguruan tinggi. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh masuknya cabang ini dalam kurikulum di sekolah tetapi juga permainan ini sangat menarik dan dapat dimainkan di dalam rumah dengan peralatan yang relatif murah, serta tidak membutuhkan tempat yang luas. Tenis meja dapat dimainkan dan dinikmati oleh semua anggota keluarga dan memberi gerak badan serta hiburan kepada pemain-pemain semua tingkat usia, dan termasuk juga mereka yang cacat jasmaninya. Menurut Johnny Leach: “Tenis meja memanglah merupakan olahraga yang sungguh-sungguh internasional sifatnya yang dimainkan dilebih banyak negara dari pada olahraga lain[2]”.

Tenis meja membutuhkan kelengkapan kondisi fisik agar mampu mendapatkan prestasi lebih tinggi, di samping penguasaan teknik, taktik serta strategi. Seperti yang dikemukakan oleh Mochamad Sajoto dalam bukunya; pembinaan  kondisi fisik dalam olahraga bahwa kalau seseorang atlit ingin berprestasi harus memiliki kondisi fisik seperti:

Kekuatan (strength), daya tahan (endurance), daya ledak otot (muscular power), kecepatan (speed), koordinasi (coordination), kelentukan (fleksibility), kelincahan (agility), keseimbangan (balance), ketepatan (accuracy), reaksi (reaction)[3].

Dari semua kompenen fisik yang tersebut di atas merupakan suatu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan satu sama lain, baik peningkatannya maupun pemeliharaannya. Dalam permainan tenis meja perhatian terhadap komponen kelentukan, khususnya kelentukan pergelangan tangan bagi pelatih di daerah ini, tampaknya masih perlu ditingkatkan berkaitan dengan tenis meja, ini dapat dilihat pada pesta olahraga nasional yang hasilnya belum sejalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Khusus cabang tenis meja kelentukan pergelangan tangan perlu mendapat perhatian khusus dimana dalam pelaksanaan pelatihan  tenis meja yang diberikan oleh pelatih di sekolah mungkin hanya memperhatikan penguasaan teknik keterampilan-keterampilan saja.

Oleh sebab itu, masih perlu dibina dan diarahkan siswa untuk diberikan latihan-latihan kondisi fisik seperti kelentukan, karena kelentukan pergelangan tangan dalam olahraga tenis meja sangat dibutuhkan bahkan sangat menentukan menang atau tidaknya dalam suatu pertandingan. Di samping itu harus ditunjang keterampilan penguasaan  teknik dasar seperti melakukan  pukulan forehand.

Kekurangan yang dapat dilihat penyebabnya yakni kurangnya informasi dan penelitian tentang hubungan antara komponen kondisi fisik yang berkaitan dalam keterampilan bermain tenis meja seperti kelentukan dan keterampilan melakukan pukulan forehand, sehingga tidak tepat kalau orang beranggapan bahwa di dalam bermain tenis meja yang harus kita kuasai hanya  keterampilan dasar saja tanpa disertai unsur kondisi fisik. Dengan kekurangan informasi ini sehingga prestasi yang dicapai ditingkat Nasional masih perlu pembinaan yang lebih optimal.

Oleh karena itu, untuk membuktikan pernyataan tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan maksud ingin mengetahui sejauh manakah hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

  1. B. Indentifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut : Apakah komponen kondisi fisik sangat penting dalam permainan tenis meja? Apakah penting seorang pemain tenis meja menguasai teknik dasar pukulan forehand? Benarkah kelentukan pergelangan tangan ada hubungan dengan ketepatan melakukan pukulan forehand? Seberapa besar hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja?

  1. C. Pembatasan Masalah

Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

  1. D. Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut : seberapa besar hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

  1. E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

  1. F. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat berguna:

  1. Bagi masyarakat penggemar olahraga tenis meja, untuk menjadi bahan masukkan dalam rangka pembinaan, pengembangan dan peningkatan permainan di bidang olahraga khususnya tenis meja.
  2. Untuk memperoleh konsep ilmiah yang dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran bagi pelatih, pembina, dan pelajar yang berbakat serta masyarakat pada umumnya.

BAB II

TINJAUAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN PERUMUSAN HIPOTESA

  1. A. Tinjauan  Teoritis
  2. Hakekat fleksibilitas pergelangan tangan

Fleksibilitas adalah bagian yang sangat penting bagi semua cabang olahraga. Oleh karena itu, unsur fleksibilitas harus mendapat perhatian yang lebih khusus dalam tiap latihan terutama cabang olahraga yang banyak membutuhkan fleksibilitas, antara lain tenis meja.

Dalam permainan tenis meja banyak faktor yang harus diperhatikan. Salah satu faktor adalah kondisi fisik antara lain, fleksibilitas. Sebab fleksibilitas ini sangat menunjang dalam keterampilan melakukan pukulan forehand pada permainan tenis meja. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Peni Mutalib:

“Fleksibilitas yaitu komponen yang memungkinkan gerakan sendi yang makin luas, hanya perlu diingat bahwa makin kuat otot makin besar tendonnya, sehingga latihan fleksibilitas harus diikuti latihan kekuatan dengan demikian akan didapat tendon yang kekar dan tetap fleksibel”[1]

Pendapat lain yang juga dikemukakan oleh Harsono bahwa :

“Orang yang fleksibel adalah orang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan mempunyai suatu otot yang elastis,biasanya terbatas ruang gerak sendi-sendinya. Jadi faktor utama yang membantu menentukan fleksibilitas adalah elastisnya otot”[2]

Dalam melakukan aktivitas olahraga unsur fleksibilitas sangatlah diperlukan untuk tidak terjadinya suatu yang tidak kita inginkan seperti cedera terutama pada persendian. Mochmad Sojoto mengemukakan bahwa: “Fleksibilitas adalah keefektifan seseorang dalam mengulurkan seluas-luasnya terutama otot-otot, ligamen pada sekitar persendian[3]” Dengan demikian, orang yang lentuk adalah orang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya serta mempunyai otot yang elastis.

Jadi salah satu faktor turut membantu menentukan fleksibilitas pergelangan tangan adalah elastisnya otot, seperti yang dikemukakan oleh Sadoso Sumosardjuno bahwa: “Fleksibilitas adalah kapasitas fungsional persendian untuk menggerakkan pada daerah yang maksimal tergantung pada panjang otot dan ligamen disekitar persendian”[4]

Tentang pegertian fleksibilitas Nurhasan juga menjelaskan bahwa: “Fleksibilitas adalah kemampuan seseorang untuk menggerakan bagian-bagian tubuh dalam suatu ruang gerak yang seluas mungkin tanpa mengalami cedera pada persendian dan otot disekitar persendian itu.  Penggukuran kelentukan itu berkenaan dengan fleksi dan ekstensi”.[5]

Jadi kelentukan pergelangan tangan, akan dapat menimbulkan kemampuan untuk melakukan gerak sendi dari berbagai arah di dalam melakukan pukulan forehand, dimana tangan yang akan sangat berpengaruh dalam melecutkan secara horisontal suatu pukulan yang keras, tepat dan terarah pada sasaran yang diinginkan.

Selanjutnya Mochamad Sajoto menjelaskan bahwa :

“Kesegaran fleksibilitas adalah kemampuan persendian  pada ligamen dan tendon di sekitar persendian, melaksanakan gerak seluas-luasnya. Kelentukan penting karena apabila seseorang mengalami kurang luas gerak dalam persendian dapat menimbulkan gangguan kurang gerak dan mudah menimbulkan cedera.”[6]

Menurut Iskandar. Z.A. dan Engkos Kosasi dalam bukunya; latihan peregangan untuk pelatih, guru olahraga, mahasiswa FPOK dan atlit mengatakan bahwa : “Semua otot-otot yang bereaksi pada suatu persendian, termasuk pergelangan telah mencapai respon otot tinggi sendi tersebut akan bergerak bebas dan efisien melalui jangkauan-jangkauan gerak alaminya.”[7]

Selain itu Ujonath, F. Haag. R. Krempel mengatakan bahwa : “kelentukan merupakan persyaratan yang dibutuhkan secara anatomi bagi berlangsungnya gerak dalam olahraga untuk memanfaatkan gerak sendi ke segala arah.”[8]

Dengan demikian berdasarkan uraian-uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kelentukan pergelangan tangan turut menunjang dalam melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja.

  1. Hakekat ketepatan melakukan pukulan forehand

Keterampilan dalam olahraga dibedakan antara setiap jenis sesuai dengan aspek-aspek olahraga yang dapat memberikan pengaruhnya terhadap aktivitas tersebut. Faktor-faktor yang memiliki pengaruh dengan pencapaian prestasi pada masing-masing olahraga tidak sama satu dengan yang lainnya.

Kadang-kadang faktor yang sangat dominan untuk cabang olahraga tertentu, namun di lain pihak merupakan hambatan pada cabang olahraga yang lain pula. Seperti halnya fleksibilitas pergelangan tangan, dalam cabang olahraga tenis meja sangatlah dibutuhkan terutama dalam melakukan pukulan-pukulan yang tujuannya mematikan serangan lawan seperti pukulan forehand.

H.E. Rogi menggutif pendapat B. Knapp, yang membedakan keterampilan olahraga sebagai berikut:

  1. Keterampilan yang berhubungan dengan tubuh manusia antara lain berjalan, lompat, lari, dan sebagainya. Keterampilan ini dinamakan  keterampilan dasar.
  2. Keterampilan yang berhubungan dengan suatu aktivisitas gerak yang menekankan pada pertimbangan teknik. Dalam gerakan ini individu dapat melakukan gerakan yang baik, indah dan benar secara teknis, tetapi prestasi tidak baik atau,
  3. Keterampilan yang berhubungan dengan suatu gerak atau keseluruhan gerakan untuk mencapai tujuan yang jelas dan sudah ditentukan terlebih dahulu”.[9]

Dalam permainan tenis meja terdapat beberapa bagian pukulan dasar. Salah satu diantaranya adalah pukulan forehand. Dalam pukulan forehand ini, posisi bola berada di samping badan. Peter Simpson mengatakan bahwa: “Drive Stroke dapat dimainkan pada setiap zone pertama, kedua, ketiga. Juga dimainkan di atas meja sendiri. Ini berlaku baik forehand maupun back hand.”[10]

Masih berkaitan dengan pukulan drive juga, Nurlan Kusnadi, Ahmad Damiri berpendapat: “Drive adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bed dari bawah serong ke atas dan sikap bed tertutup. Besarnya sudut bed bervariasi sesuai dengan arah jatuhnya bola, kecepatan datangnya bola, putaran bola yang datang dari lawan dan tujuan bola dari pukulan drive itu sendiri”[11]

Selanjutnya Ahmad Damiri, Nurwan Kusnadi dalam bukunya mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pukulan drive adalah:

  1. Perhatian kearah jatuhnya bola dan segera mengambil posisi sesuai dengan arah jatuhnya bola tersebut.
  2. Ambil posisi side stance, pandangan terus pada laju bola.
  3. Dengan bergerak atau mundur ke samping bed dalam menyentuh atau mengenai bola pada waktu bola pada titik ketinggiannya, pukulan diperkuat dengan peputaran tubuh dan tungkai kaki pinggang ke atas.
  4. Lanjutan gerakan lengan setelah perkenaan  bola (follow through) sampai bed berada di samping kiri depan kepala.
  5. Kembali ke posisi siap sedia, siap menerima pengambilan bola berikutnya.
  6. Untuk back hand drive kakinya sedikit lebih terbuka dibandingkan dengan forehand drive.[12]

Pendapat lain juga dikemukakan oleh Rainer Martens yang menyatakan bahwa teknik melakukan pukulan forehand adalah:

  1. Tahap persiapan
    1. Dalam posisi siap
    2. Tangan dilemaskan
    3. Bed sedikit dibuka untuk menghadapi back spin, sedikit ditutup atau tegak lurus untuk menghadapi top spin.
    4. Pergelangan tangan lemas dan sedikit dimiringkan ke bawah.
    5. Bergerak untuk mengatur posisi, kaki kanan sedikit ke belakang untuk melakukan forehand.
    6. Tahap pelaksanaan
      1. Putar tubuh ke belakang dengan bertumpuh pada pinggang dan pinggul
      2. Putar tangan ke belakang dengan bertumpu pada siku.
      3. Berat badan dipindahkan ke kaki kanan.
      4. Untuk menghadapi back spin, bed harus digerakkan sedikit lebih rendah.
      5. For Ward Swing
        1. Berat badan dipindahkan ke kaki kiri
        2. Tubuh diputar ke depan bertumpuh pada pinggang dan pinggul.
        3. Tangan diputar ke depan dengan bertumpuh pada siku.
        4. Kontak
        5. Tahap akhir
          1. Bed bergerak ke depan dan sedikit naik ke atas.
          2. Kembali keposisi siap.[13]

Aip Syarifuddin menambahkan  bahwa yang harus diperhatikan dalam teknik melakukan forehand adalah:

  1. Sikap permulaan

Berdiri tegak, kedua kaki agak dibuka, kaki kiri agak ke depan, kedua lutut agak ditekuk, tangan yang memegang bed (tangan kanan) siku agak dibengkokan dalam keadaan siap untuk memukul bola yang datang, tangan kiri di tempatkan sedemikian rupa agar dapat membantu menjaga keseimbangan, pandangan ditujukan kepada lawan dan kepada bola yang akan datang.

  1. Gerakan

Pada saat melihat bola yang datang dan memantul pada bidang meja sendiri, segera tangan kanan yang memegang bed ayunkan ke depan ke arah bola dan pukulkan pada bola. Yang harus diperhatikan pada waktu akan memukul bola adalah :

  1. Pandangan harus selalu diarahkan dan ditujukan kepada lawan dan kepada bola yang datang.
  2. Pada waktu akan memukul segera dibengkokan siku kira-kira membentuk sudut 110º sampai 125º atau 130º
  3. Pada setiap memukul bola, gerakan harus selalu diikuti dengan gerakan pinggul
  4. Sikap kaki pada waktu akan memukul, lutut agak ditekuk sedikit agar dapat membantu gerakan pinggang
  5. Tumid agak diangkat supaya lebih memudahkan di dalam melakukan gerakan.[14]

Untuk dapat melakukan gerakan-gerakan dalam melakukan pukulan forehand maka keserasian antara lengan dan kaki harus benar-benar dipelajari dengan baik dan dilakukan dengan teratur secara terus menerus  agar gerakan memukul bola sesuai dengan yang diharapkan. Apabila keserasian antara gerakan lengan dan kaki telah benar-benar dikuasai, maka akan dapat megembangkan permainan tenis meja khususnya forehand dengan baik.

Ketepatan pengambilan posisi kaki, pinggul dan pinggang serta badan yang lainnya merupakan bagian yang penting dari kombinasi melakukan pukulan forehand yang tepat pada sasaran.

  1. B. Kerangka Berpikir

Berdasarkan latar belakang pemikiran, landasan teori yang sudah dibicarakan sebelumnya maka peneliti mempunyai konsep pemikiran tentang pengaruh fleksibilitas pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja.

Usaha untuk membentuk peningkatan kondisi fisik dalam keterampilan seseorang tidak mudah, tetapi hal itu bisa terwujud apabila dilaksanakan secara bersama-sama dan seimbang sehingga membentuk suatu permainan yang mantap dan sempurna keterampilan dan kondisi fisik yang dimaksud dalam cabang olahraga tenis meja ini adalah kelentukan pergelangan tangan dan ketepatan melakukan pukulan forehand.  Dalam permainan tenis meja khususnya dalam melakukan pukulan forehand faktor pergelangan tangan sangat diperlukan oleh permainan tenis meja, karena sangat memudahkan pemain dalam mengambil posisi yang tepat dan dapat menempatkan bola sesuai sasaran yang diinginkan. Kelentukan pergelangan tangan yang dimaksud di sini adalah kelentukan pergelangan dalam melakukan pukulan forehand di mana perkenaan bola dengan bed disentuh secara horisontal dengan kuat pada bagian depan tangan serta tubuh ikut di gerakan selain itu pinggul dan pinggang serta bahu diputar kearah depan. Hal ini dimaksud agar dapat menghasilkan pukulan forehand yang keras dan mematikan serta dapat di tempatkan ke segalah arah.

Faktor kelentukan juga sangat penting dan merupakan kebutuhan yang harus dimiliki setiap pemain tenis meja. Berpikir dan bereaksi yang cepat adalah hal yang perlu dikoordinasikan dan saling mempengaruhi antara kelentukan pergelangan tangan dengan ketepatan melakukan pukulan forehand. Mereka yang sudah mampu mengkoordinasikan gerakan tersebut sudah tentu tidak akan kesulitan melakukan pukulan forehand dan pada akhirnya dapat memainkan bola  dari setiap bagian meja kiri, tengah maupun kanan, hal ini terlihat bahwa apabila kelentukan pergelangan tangan dan ketepatan melakukan pukulan forehand yang terlatih bola dapat terkontrol secara sempurna. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelentukan pergelangan tangan adalah persyaratan yang diperlukan secara anatomi  bagi berlangsungnya gerakan dalam olahraga, serta mampu memanfaatkan sepenuhnya suatu pukulan forehand yang tepat pada sasaran yang diinginkan.

  1. C. Perumusan Hipotesa

Berdasarkan kerangka berfikir yang telah dikemukakan di atas, maka hipotesa dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : terdapat hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano


1 Peni Mutalib, Mengukur Kemampuan Fisik Pengolahragaan Secara Sederhana. Arcan, Jakarta. Tahun 1983. Hal. 32.

[2] Harsono, Coaching Dan Aspek-Aspek Pikologis Dalam Coaching. Debdikbud, Dirjen Dikti.P2LPTK, Jakarta. Tahun1988. Hal. 163.

[3] Mochamad Sajoto, op. cit. Hal 58-59.

[4] Sadoso Sumosardjuno, Pengetahuan Praktis Kesehatan Dan Olahraga. PT Gramedia. Jakarta. Tahun 1986. Hal. 21.

[5] Nurhasan, Tes Dan Pengukuran, Pengantar , Kengunaan Tes Dan Pengukuran, Kriteria Tes. Karunika. Jakarta. Tahun 1986. Hal. 243.

[6] Mochamad Sajoto, op. tik. Hal. 51.

[7] Iskandar. Z. A. dan Engkos Kosasi, Latihan Peregangan Untuk Pelatih, Guru Olahraga, Mahasiswa FPOK Dan Atlit. Akademi Persindo. Jakarta. Tahun 1986. Hal. 2.

[8] U. jonath F. Haag. R. Krempel, Atletik II, Latihan Teknik Dan Teknik. PT Rosda Jaya Putra. Jakarta. Tahun 1988. Hal. 14.

[9] B. Knapp Dalam H. E. Rogi, Hubungan Antara Motivasi kecepatan, Kelincahan,Dengan Keterampilan Bermain Bola Basket. FPS IKIP. Jakarta. Tahun 1988. Hal. 18.

[10] Peter Simpson, Teknik Bermain Pimpong. Pioner Jaya. Bandung. Tahun1984. Hal. 42.

[11] Nurlan Kusnadi Dan Ahmad Damiri, Olahraga Pilihan Tenis Meja. Depdikbud. Dirjen Dikti, P2LPTK, Jakarta. Tahun 1992. Hal. 79.

[12] Ibid. Hal. 80.

[13] Rainer Martens, Table Tennis Step To Succes, di Terjemahkan Oleh Eri  D. Nasution. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Tahun 1996. Hal. 35.

[14] Aip Syarifuddin, Pendidikan Jasmani Dan kesehatan. Depdikbud. Dirjen Dikti. P2TK Jakarta. Tahun 1991. Hal. 208.


[1]Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005. Tentang Guru Dan Dosen. Permana Bandung. 2006. Hal. 8 Bab. IV Pasal 8.

[2] Johnny Leach, Bimbingan Bermain Tenis Meja. Ahli Is Daulay, Muhara, Jakarta. Tahun 1982. Hal 6.

[3] Mochamad Sajoto, Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Depdikbud, dirjen Dikti, P2lPTK. Jakarta. Tahun 1988, Hal 59.

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. A. Tujuan Penelitian Secara Operasional

Secara operasiaonal penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara kelentukan pergelangan tangan dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

  1. B. Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini adalah;

  1. Variabel bebas adalah kelentukan pergelangan tangan.
  2. Variabel terikat adalah ketepatan melakukan pukulan forehand.
  1. C. Definisi Operasional Variabel

Kelentukan adalah kemampuan seseorang untuk menggerakkan tubuh dan bagian-bagian tubuh dalam suatu ruang gerak yang seluas mungkin. Kelentukan pergelangan tangan dapat diukur dengan melakukan gerakan fleksi tangan semaksimal mungkin dan dapat diukur dengan mistar satuan panjang adalah cm. Data yang diambil berskala interval.

Ketepatan melakukan pukulan forehand adalah kemampuan testee untuk melakukan pukulan forehand, dimana salah satu tangan memegang bed dan tangan yang lain memegang bola. Bola dilepas dan dipukul kearah sasaran yang akan dituju, yakni pada meja yang vertikal dan jatuhnya pada meja yang horisontal. Hasilnya dapat dilihat pada skor ketepatan melakukan pukulan forehand yang masuk selama 30 detik. Satuan waktu adalah detik, dan yang diambil berskala interval.

  1. D. Metode Penilitian

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan teknik korelasional.

  1. E. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian digambar sebagai berikut:

X

Keterangan :

X         : Kelentukan pergelangan tangan

Y         : Ketepatan melakukan pukulan forehand

  1. F. Tempat dan Waktu Penelitian
  2. Tempat                       :  Penelitian dilaksanakan di sekolah SMU

Katolik Rosa Delima Tondano

  1. Waktu penelitian       :  1 bulan
  1. G. Populasi dan Sampel
  2. Populasi adalah siswa putra SMU Katolik Rosa Delima Tondano kelas 1 dan 2 sebanyak 60 orang.
  3. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa yang ditarik secara acak (random).
    1. H. Teknik Pengumpulan Data
    2. Data kelentukan pergelangan tangan

Untuk mengumpulkan data kelentukan pergelangan tangan digunakan tes fleksi, dengan cara sebagai berikut:

  1. Anak coba berdiri di belakang meja dengan posisi tangan atau telapak tangan menghadap ke atas.
  2. Kemudian lanjutkan dengan gerakan fleksi pergelangan tangan sejauh mungkin.
  3. Telapak dan jari-jari tangan tetap dalam satu bidang datar dan,
  4. Seluruh lengan bawah dari siku sampai pergelangan tangan menempel di atas meja.
  5. Yang diujkur adalah jarak dari ujung jari tengah ke meja”
  6. Data ketepatan melakukan pukulan forehand

Untuk mengumpulkan data ketepatan melakukan pukulan forehand dapat dilakukan dengan tes back board test selama 30 detik. Dimana prosedur pelaksanaannya sebagai berikut:

  1. Peserta test berdiri menghadap bagian meja dengan sebuah bed dan sebuah bola di tangan.
  2. Pada aba-aba “ya” peserta memainkan bola dengan cara memantulkan ke bagian meja horisontal kemudian dipantulkan ke dinding vertikal dan bergerak kembali ke meja horisontal. Gerakan ini dilakukan sebanyak-banyaknya selama 30 detik.
  3. Apabila peserta tes tidak dapat menguasai bola, maka ia dapat mengambil bola yang tersedia dalam kotak dan melanjutkan gerakan semula sebanyak-banyaknya dalam sisa waktu yang tersedia.
  4. Pantulan dinyatakan tidak sah apabilah bola di voli peserta tes menekan meja dengan tangannya yang bebas pada saat memukul bola, bola mengenai bagian meja bawah garis batas, melakukan pukulan servis pada saat menilai tes, memukul bola setelah bola memantul lebih dari satu kali pada bagian meja horisontal, dan memukul bola lebih dari satu kali dengan kaki bertumpuh di samping meja.
  5. Penguji berdiri di depan meja, menghitung dan mencatat jumlah pantulan yang sah selama 30 detik.
  6. Setiap anak coba di beri kesempatan melakukan tes sebanyak 3 kali, dengan waktu istirahat antara setiap kesempatan lamanya adalah 10 detik.
  7. Pada aba-aba stop diberikan tetapi bola terlanjur dipukul maka pantulan di anggap sah dan ikut dihitung sebagai skor peserta tes.
  1. I. Intrumen Penelitian
    1. Untuk variabel fleksibilitas pergelangan tangan, digunakan tes fleksibilitas fleksi menurut Peni Mutalib dan alat yang digunakan yaitu: Mistar, meja lapangan, alat tulis menulis.[1]
    2. Untuk variabel ketepatan melakukan pukulan forehand digunakan tes ketepatan melakukan pukulan forehand menurut Wahjoedi yaitu back board test yang memiliki validitas 0,615 dan reabilitas tes 0,738 selama 30 detik, alat yang digunakan adalah bed, bola, meja, lapangan, net, stopwatch, sebuah kotak, pita kertas 2cm pada bagian meja yang didirikan tegak lurus, karton yang di tempelkan pada samping kiri belakang meja, blangko dan alat tulis menulis untuk digunkan mencatat hasil tes.[2]
  1. J. Teknik Analisis Data

Analisis data pada penulisan ini digunakan rumus “corelation pearson produck moment[3] sebagai berikut:

Keterangan

= Koefisien Korelasi

= Banyaknya sampel

= Jumlah hasil kali nilai x dan y

= Jumlah data nilai x

= Jumlah data nilai y

= Jumlah kuadrat nilai x

= Jumlah kuadat nilai y

()         = Kuadrat nilai x

()         = Kuadrat nilai y


[1] Peni Mutalib. Op. cit. Hal. 44.

[2] Wahjoedi. Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani. PT Raja Grafindo Persada Jakarta. Tahun 2000. Hal. 29

[3] Ikbal Hasa, Analisis Data Penilitian Dengan Statistik. PT Bumi Aksara Jakarta. Tahun 2004. Hal. 61.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. A. PENYAJIAN DATA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano

Sebagai data yang dianalisa adalah data variabel X (kelentukan pergelangan tangan) dan variabel Y (ketepatan melakukan pukulan forehand) yaitu sebagai berikut :

Tabel I

Data Hasil Tes Kelentukan Pergelangan Tangan dan Ketepatan Melakukan Pukulan Forehand

No Fleksibilitas Pergelangan Tangan Ketepatan Melakukan Pukulan Forehand
123

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

17,21721

17,2

18,3

19

23,4

23,7

23,5

21

17

19,7

23

24

16,5

18,5

18,4

21,2

22

19,5

20,2

18,6

19

19,4

21,3

19

22

18

23,1

21,1

181824

18

19

20

28

28

28

25

18

20

27

28

17

19

19

25

26

20

22

19

20

20

25

20

26

19

27

25

Dengan menggunakan kalulator fx-3600p, maka diperoleh harga-harga statistik sebagai berikut :

  1. B. Analisa Data

Teknik analisis data yang digunakan untuk kepentingan pengujian hipotesa dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus corelation pearson product moment yang dilanjutkan dengan statistik uji-t. sebelum uji-t dilakukan diawali dengan analisa prasyarat yaitu uji normalitas.

  1. Pengujian normalitas data kelentukan pergelangan tangan

Untuk mengetahui apakah sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, dilakukan pengujian normalitas dengan langkah-langkah sbb:

  1. Langkah pertama       : menentukan hipotesa pengujian.

Hipotesa pengujian adalah:

:  Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal

: Sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi   normal

  1. Langkah kedua          : menentukan kriteria pengujian

Kriteria pengujian adalah :

Terima  jika

Tolak  jika

Taraf Signifikasi

  1. Langkah ketiga          : menghitung Zi, F (Zi), S (Zi) dan selisi antara F(Zi)

Dik :     = 20,09

= 2,27

Tabel II

Perhitungan Uji Normalitas Data Kelentukan Pergelangan Tangan

No X Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi)-S(zi)
123

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

16,51717

17,2

17,2

18

18,3

18,4

18,5

18,6

19

19

19

19,4

19,4

19,7

20,2

21

21

21,1

21,2

21,3

22

22

23

23,1

23,4

23,5

23,7

24

- 1,58- 1,36- 1,36

- 1,27

- 1,27

- 0,92

- 0,79

- 0,74

- 0,70

- 0,66

- 0,48

- 0,48

- 0,48

- 0,30

- 0,26

- 0,17

0,05

0,40

0,40

0,44

0,49

0,53

0,84

0,84

1,28

1,33

1,46

1,50

1,59

1,72

0,05710,08690,0869

0,1020

0,1020

0,1788

0,2148

0,2296

0,2420

0,2546

0,3156

0,3156

0,3156

0,3821

0,3974

0,4325

0,5199

0,6554

0.6554

0,6700

0,6879

0,7019

0,7996

0,7996

0,8997

0,9082

0,9279

0,9332

0,9441

0,9573

0,03330,08330,0833

0,1500

0,1500

0,2000

0,2333

0,2667

0,3000

0,3333

0.4000

0,4000

0,4000

0,4667

0,5000

0,5333

0,5667

0,6167

0,6167

0,6667

0,7000

0,7333

0,7833

0,7833

0,8333

0,8667

0,9000

0,9333

0,9667

1,0000

0,02380,00360,0036

0,0480

0,0480

0,0217

0,0185

0,0371

0,0580

0,0787

0,0844

0,0844

0,0844

0,0846

0,1026

0,1008

0,0468

0,0387

0,0387

0,0033

0,0121

0,0314

0,0163

0,0163

0,0664

0,0415

0,0279

0,0001

0,0226

0,0427

  1. Langkah keempat: menyimpulkan hasil perhitungan

Dari perhitungan yang tercantum pada tabel dua di peroleh selisih yang tertinggi atau L observasi senilai 0,1026. Berdasarkan tabel nilai kritis L uji liliefors pada 0,05 dengan jumlah sampel (n) = 30 ditemukan L tabel senilai 0,161. Jadi L observasi lebih kecil dari L tabel, yaitu  = 0,1026 <  = 0,161. Berdasarkan kriteria pengujian jika  <  maka  diterima. Dengan demikian kesimpulan pengujian adalah data kelentukan pergelangan tangan dalam penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

  1. Pengujian normalitas data ketepatan melakukan pukulan forehand

Untuk mengetahui apakah sampel ketepatan melakukan pukulan forehand berasal dari populasi yang berdistribusi normal, dilakukan pengujian normalitas dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. langkah pertama : menentukan hipotesa pengujian

Hipotesa pengujian adalah :

: sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

: sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal.

  1. Langkah kedua : menentukan kriteria pengujian

Kriteria pengujian adalah :

Terima Ho jika

Tolak Ho jika

Taraf signifikan 0,05

  1. Langkah ketiga : menghitung Zi, F (zi), S(zi) dan selisih antara F(Zi) – S(Zi) serta masukan dalam tabel.

Diketahui :        = 22,27

= 3,81

Tabel III

Perhitungan Uji Normalitas Data Ketepatan Pukulan Forehand.

No Y Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi)-S(Zi)
123

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

171818

18

18

19

19

19

19

19

20

20

20

20

20

20

22

24

25

25

25

25

26

26

27

27

28

28

28

28

-1,38-1,12-1,12

-1,12

-1,12

- 0,86

- 0,86

- 0,86

- 0,86

0,86

- 0,60

- 0,60

- 0,60

- 0,60

- 0,60

- 0,60

- 0,07

0,45

0,72

0,72

0,72

0,72

0,98

0,98

1,24

1,24

1,50

1,50

1,50

1,50

0,08380,13140,1314

0,1314

0,1314

0,1949

0,1949

0,1949

0,1949

0,1949

0,3742

0,3742

0,3742

0,3742

0,3742

0,3742

0,4721

0,6336

0,7642

0,7642

0,7642

0,7642

0,8365

0,8365

0,8925

0,8925

0,9332

0,9332

0,9332

0,9332

0,03330,11670,1167

0,1167

0,1167

0,2667

0,2667

0,2667

0,2667

0,2667

0,4500

0,4500

0,4500

0,4500

0,4500

0,4500

0,5667

0,6000

0,6833

0,6833

0,6833

0,6833

0,7833

0,7833

0,8500

0,8500

0,9500

0,9500

0,9500

0,9500

0,05050,01470,0147

0,0147

0,0147

0,0718

0,0718 0,0718 0,0718 0,0718

0,0758

0,0758

0,0758

0,0758

0,0758

0,0758

0,0946

0,0736

0,0809

0,0809

0,0809

0,0809

0,0532 0,0532

0,0425

0,0425

0,0168

0,0168

0,0168

0,0168

  1. Langkah keempat : menyimpulkan hasil perhitungan.

Dari perhitungan yang tercantum pada tabel tiga di peroleh selisih yang tertinggi atau L obsersvasi  senilai 0, 0946.berdasarkan tabel nilai kritis L uji liliefors pada  0,05 dengan jumlah sampel (n) = 30 di temukan L tabel senilai 0,161. Jadi L observasi lebih kecil dari L tabel yaitu = 0,0946 < = 0,161. Berdasarkan kriteria pengujian jika <  maka  diterima. Dengan demikian kesimpulan pengujian adalah sampel ketepatan pukulan forehand dalam penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Berdasarkan pengujian prasyarat analisis ( uji normalitas ) ternyata syarat untuk menganalisa hipotesa penelitian memenuhi syarat oleh sebab itu pengujian hipotesa penelitian dapat dilanjutkan.

  1. Menghitung nilai koefisien korelasi antara kelentukan pergelangan tangan dengan variabel ketepatan pukulan forehand

Untuk menentukan besarnya hubungan kedua variabel yaitu variabel X (kelentukan pergelangan tangan) dengan variabel Y (ketepatan pukulan forehand), dengan menghitung besarnya r (korelasi). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel IV

Perhitungan Klasifikasi Data Variabel X (Kelentukan Pergelangan Tangan dan Variabel Y (Ketepatan Pukulan Forehand)

No X Y XY
123

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

17,21721

17,2

18,3

19

23,4

23,7

23,5

21

17

19,7

23

24

16,5

18,5

18,4

21,2

22

19,5

20,2

18,6

19

19,4

21,3

19

22

18

23,1

21,1

181824

18

19

20

28

28

28

25

18

20

27

28

17

19

19

25

26

20

22

19

20

20

25

20

26

19

27

25

295,84289441

295,84

334,89

361

547,56

561,69

552,25

441

289

388,09

529

576

272,25

342,25

228,56

449,44

484

380,25

408,04

345,96

361

376,36

453,69

361

486

324

533,61

445,21

324324576

324

361

400

784

784

784

625

324

400

729

784

289

361

361

625

676

400

484

361

400

400

625

400

676

361

729

625

309,6306504

309,6

347,7

380

655,2

663,6

658

525

306

394

621

672

280,5

351,5

349,6

530

572

390

444,4

353,4

380

388

532,5

380

572

342

623,7

527,5

602,8 668 12261,78 15296 13668,8

Dengan mengunakan kalkulator Fx 3600 p diperoleh nilai-nilai statistik sebagai berikut :

Diketahui :

Dari perhitiungan koefisien korelasi nampak perolehan nilai r = 0,98. Hal ini menyatakan terdapat hubungan antara kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja tergolong sangat kuat. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai interprestasi koefisien korelasi nilai r yaitu sebagai berikut :

Interval Koefisen Tingkat Hubungan
0,80 – 1,0000,60 – 0,7990,40 – 0,599

0,20 – 0,399

0,00 – 0,99

Sangat kuatKuatCukup kuat

Rendah

Sangat rendah

Dengan demikian kesimpulan pengujian yaitu terdapat hubungan yang sangat kuat antara kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja.

  1. Penggujian hipotesa penelitian

Hipotesa yang akan diuji pada penelitian ini adalah kelentukan pergelangan tangan dengan ketepatan melakukan pukulan forehand dalm permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano. Jadi untuk menguji hipotesa tersebut yaitu dengan menggunakan statistik uji t dengan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

Perhitungan pengujian hipotesa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Langkah pertama : Menentukan hipotesa penelitian

Hipotesa penelitian adalah :

:   Tidak terdapat hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

: Terdapat hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

  1. Langkah kedua     : Menentukan kriteria pengujian

Kriteria pengujian adalah :

Terima Ho jika  ()

Tolak Ho jika

  1. Langkah ketiga     : Memasukan besaran statistik ke dalam rumus.

Diketahui :

  1. Langkah keempat  : Menyimpulkan hasil perhitungan

Dari hasil analisis perhitungan pengujian hipotesa penelitian, diperoleh t observasi senilai 26,06.  Berdasarka tabel distribusi t pada  dengan ditemukan t tabel senilai 1,701. Jadi t observasi lebih besar dari t tabel yaitu . Berdasarkan kriteria pengujian jika  maka  ditolak yang berarti terima  atau hipotesa yang menyatakan terdapat hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

  1. C. Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil analisis statistik menunjukan bahwa hipotesa penelitian () diterima. Dengan demikian terdapat hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano. Hal ini dibuktikan dengan t observasi lebih besar dari t tabel yaitu . Dengan kata lain disimpulkan bahwa hanya 5% kemungkinan kesalahan apabila dikatakan kelentukan pergelangan tangan mempunyai hubungan atau berkaitan dengan ketepatan melakukan pukulan  forehand. Oleh sebab itu, hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini yaitu : “Terdapat hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano” dapat diterima atau dibuktikan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. A. Kesimpulan

Dari hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukan bahwa hipotesa penelitian () diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.

  1. B. Saran

Berdasarkan pada hasil penelitian yang sudah diperoleh dikemukakan beberapa saran sebagai berikut :

  1. Untuk meningkatkan ketepatan melakukan pukulan forehand diharapkan para guru dan pelatih untuk memperhatikan komponen kelentukan pergelangan tangan.
  2. Perlu juga dilihat komponen kondisi fisik yang lainnya untuk dijadikan faktor yang menunjang dalam permainan tenis meja.
  3. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melibatkan sampel siswi (putri) bukan hanya putra.

DAFTAR PUSTAKA

Damiri Ahmad Kusnaddi Nurlan. 1992. Olahraga Pilihan Tenis Meja. Depdikbud. Dirjen Dikti. P2LPTK. Jakarta.

Donald Ary, Jacobs Cheser Luey and Rasavich Asghar. 1982. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, Terjemahan Furchan Arief. Usaha Nasional. Surabaya.

GBHN Tab. MPR II / MPR / 1998.

Harsono. 1988. Coaching Dan Aspek-Aspek Psikologis Dalam Coaching. Depdikbud. Dirjen Dikti. P2LPTK, Jakarta.

Jonat U. dan Haag. F. R. Krempel. 1988. Atletik II Latihan Teknik dan Teknik. PT. Rosda Jaya Putra. Jakarta.

Knapp B. dalam Rogi H. E. 1988. Hubungan Antara Motivasi Kecepatan, Kelincahan, Dengan Keterampilan Bermain Bola Basket. FPS IKIP. Jakarta.

Leach Jhonny. 1982. Bimbingan Bermain Tenis Meja. Alih bahasa Is Daulay. Muhara. Jakarta.

Martens Reiner. 1996. Table Tennis Step To Succes diterjemahkan oleh Nasution D. Eri. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Mutalib Peni. 1983. Mengukur Kemampuan Fisik Pengolahragaan Secara Sederhana. Arcan. Jakarta.

Nurhasan. 1986. Tes dan Pengukuran, Kriteria Tes. Kurnika. Jakarta.

Sajoto Mochamad. 1988. Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Depdikbud. Dirjen Dikti. P2LPTK. Jakarta.

Simpson Peter. 1984. Teknik Bermain Pingpong. Pioner jaya. Bandung.

Sudjana. 1986. Metode statistik. Tarsito. Bandung.

Sumosardjuno Sadoso. 1986. Pengetahuan Praktis Kesehatan Dan Olahraga. PT. Gramedia. Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005. Tentang guru Dan Dosen. Permana Bandung. 2006. Hal. 8 bab IV. Pasal 8.

Z. A. Iskandar dan Kosasi Engkos. 1986. Latihan Peregangan Untuk PelatihGuru Olahraga, Mahasiswa FPOK Dan Atlit. Presindo. Jakarta.

Tentang afreli Tanuek

Nama : afreli tanuek, asal daerah Banggai, lahir di desa Palapat, kec. Buko selatan, Kab. Banggai kepulauan

Komentar ditutup.